Friday, 04-12-2020

Masuk Zona Hijau, Juli 2020 Sekolah di Jambi diperbolehkan belajar Tatap Muka

Masuk Zona Hijau, Juli 2020 Sekolah di Jambi diperbolehkan  belajar Tatap Muka

PANTAUJAMBI.COM,Jakarta-Beberapa sekolah yang ada di kabupaten/Kota Provinsi Jambi, bakal dibolehkan belajar tatap muka seperti biasanya lagi pada Juli 2020 mendatang. Sebagaimana diketahui, beberapa Sekolah yang ada 92 Kabupaten/Kota di Indonesia, yang berada di Zona Hijau COVID-19, akan segera dibuka.

Salah satunya termasuk di daerah Provinsi Jambi.Itu artinya, ada beberapa sekolah di Kabupaten/Kota Provinsi Jambi, yang bakal diperbolehkan masuk sekolah dan belajar tatap muka seperti biasanya kembali.

Hal ini dilihat berdasar keputusan Pemerintah, yang telah memutuskan membuka sekolah yang berada di zona hijau Corona COVID-19.

Seperti disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, yang menyebut sudah ada 92 kabupaten/kota yang berada di zona hijau. “Kita lihat warna hijau.

Sekarang ini ada 92 kabupaten/kota, tetapi data ini adalah data pada tanggal 7 Juni yang lalu. Nah, kami akan segera menghubungkan setelah data-data lebih lengkap lagi dan bisa saja jumlah yang 92 ini akan berkurang jadi lebih kecil lagi,” kata Doni dalam konferensi persnya yang disiarkan di YouTube Kemendikbud RI, Senin (15/6/2020).

Doni mengatakan 92 daerah tersebut merupakan data per 7 Juni 2020. Zona hijau tersebut tersebar di beberapa Provinsi.

Berikut Provinsi yang kabupaten/Kota yang masuk zona hijau ;

Aceh

Bengkulu

Jambi

Kalimantan Timur

Kepulauan Bangka Belitung

Kepulauan Riau

Lampung

Maluku

Maluku Utara

Nusa Tenggara Timur

Papua

Papua Barat

Riau

Sulawesi Barat

Sulawesi Tengah

Selatan Selatan

Sulawesi Tenggara

Sulawesi Utara

Sumatera Selatan

Sumatera Utara.

Melalui data wilayah zona hijau yang dipaparkan Doni, masih belum ada zona hijau di kawasan Pulau Jawa. Kemudian, terdapat 136 daerah yang berada di zona kuning. Doni mengatakan, Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 akan selalu memperbarui data daerah secara berkala. Dia tidak ingin anak-anak mengalami resiko terpapar COVID-19.

“Gugus tugas akan selalu memberikan informasi kepada semua pihak, sehingga sistem pendidikan di negara kita tetap terjamin keamanannya. Kita tidak ingin ada anak-anak kita yang mengalami risiko terpapar karena kekurangan kehati-hatian dari kita semuanya,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah RI menetapkan jadwal tahun ajaran 2020/2021 tidak akan berubah. Masa pembelajaran akan mulai pada Juli mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem kemudian menjelaskan, peserta didik yang berada di zona kuning, orange dan merah tetap melakukan pembelajaran dari rumah.

Dia juga mengatakan ada 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, orange dan merah. Sedangkan sisanya 6 persen peserta didik yang berada di zona hijau, diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. “94 persen dari peserta didik kita, tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka. Jadi masih belajar dari rumah. Yang 6 persen yang di zona hijau, itulah yang kami memperbolehkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol yang sangat ketat,” Kata Nadiem dalam telekonferensinya, Senin (15/6).

“Jadi saya ulangi lagi bahwa untuk saat ini karena hanya 6 persen, dari populasi peserta didik kita yang di zona hijau. Nerekalah yang kita berikan persilakan untuk pemerintah daerah mengambil keputusan, melakukan sekolah dengan tatap muka. Sisanya 94 persen tidak diperkenankan, dilarang. Karena mereka masih ada risiko penyebaran COVID,” sambungnya.

Sumber : Detik.com

Tag: