Monday, 14-10-2019

Ketika Umat Islam Buka Puasa di Dalam Gereja Katedral Jakarta

Ketika Umat Islam Buka Puasa di Dalam Gereja Katedral Jakarta Buka bersama di Gereja Katedral (Foto: kumparan)

PANTAUJAMBI.COM,Jakarta -Komunitas Kerja Bhakti Demi Negeri menggelar acara buka puasa bersama di Aula Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (1/6).

Acara ini mengusung tema "menguatkan toleransi, persaudaraan, solidaritas kemanusiaan dan amalkan Pancasila kita Bhineka, kita Indonesia". Buka puasa bersama ini tampak dihadiri sejumlah orang dari berbagai komunitas. Di antaranya putri Abdurrahman Wahid, Alisa Wahid, dan pengusaha Dewi Motik.

Dalam sambutannya, Alissa mengatakan acara ini sebenarnya digagas dari obrolan dalam grup Whatsapp selepas teror Bom di Surabaya. "Kita membicarakan di grup Whatsapp tentang kok kebencian begitu banyak di Indonesia, kok banyak di Indonesia semangat meng-exclude orang lain lalu ada komentar-komentar untuk berkumpul sebatas keinginan berbagi berbela rasa bersambung rasa," kata Alissa.

Alissa juga menyebutkan alasan mengapa Gereja Katedral dipilih sebagai tempat pelaksanaan buka bersama. Menurutnya, Gereja Katedral menjadi representasi dari lokasi bom yang menimpa 3 gereja di Surabaya beberapa waktu lalu. "Acara buka puasa ini untuk mengobati luka (rentetan bom di Surabaya dan Sidoarjo)," katanya.

Selain itu, Gereja Katedral dipilih menjadi lokasi acara karena memiliki nilai sejarah yang berkaitan erat dengan hari lahir Pancasila. "Di sini yang jelas acara ini jadi bukti Pancasila itu hidup dan hadir di hati rakyat Indonesia," ujar Alissa.

Sementara itu, Romo Hani Rudi Hartoko selaku perwakilan pengurus Gereja Katedral juga menyambut baik pelaksanaan acara ini. Ia menyebut pada sidang Sumpah Pemuda Pertama pada 30 April hingga 2 Mei 1926 dilaksanakan di sebuah gedung di Gereja Katedral.

"Dulu sidang Sumpah Pemuda Pertama dilaksanakan di sini, meskipun sekarang gedungnya sudah tidak ada," ucap Hani. Ada pun komunitas yang hadir dalam acara ini adalah Jaringan Gusdurian, Tempo Institute, Pustaka Bergerak, dan Gerakan Kebaikan Indonesia.

 

Sumber : kumparan